Mahasiswa KKN Undip Tim II Desa Jatingarang, Kenalkan JAREINTAN, Teknologi Asap Cair Pengubah Sampah Jadi Bahan Bakar dan Biopestisida

Pemalang (11/8/2018) JAREINTAN, begitu slogan sekaligus program yang diusung mahasiswa
KKN UNDIP TIM II Desa Jatingarang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. JAREINTAN
sendiri merupakan singkatan dari Jatingarang Resik Indah Taat dan Nyaman dan merupakan
sebuah program pengelolaan sampah dengan system bang sampah dan alat pengubah asap
pembakaran menjadi cairan, yang dapat digunaka sebagai pestisida maupun bahan bakar.

Permasalahan terkait sampah sepertinya sudah menjadi masalah umum di Indonesia, tidak hanya
di daerah perkotaan akan tetapi begitu pula di Desa Jatingarang yang merupakan Desa dengan
jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Bodeh. Tidak tersedianya TPS dan minimnya
keterampilan mendaur ulang sampah membuat warga setempat terpaksa membuang sampah di
pekarangan rumah, bantaran sungai dan tidak jarang yang membakarnya, terutama sampah –
sampah plastic yang tidak bisa dijual atau di daur ulang di bank sampah desa setempat. Padahal
dalam plastik terdapat zat yang jika dibakar asapnya 300x lebih berbahaya dari asap rokok, yang
selain dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas ( ISPA ), mual muntah, bronchitis
hingga kerusakan ginjal. Sungguh sangat menakutkan bukan ?

Berbekal dari fakta tersebut, mahasiswa KKN UNDIP Tim II Desa Jatingarang, mengenalkan
alat yang dapat mengubah asap yang umumya berwujud gas menjadi berwujud cair dan dapat
digunakan sebagai pengganti bahan bakar jika berasal dari plastic dan biopestisida jika sampah
yang dibakar berasal dari daun atau tumbuhan.

Adapun bahan dan instalasi untuk menghasilkan asap cair ini sangat sederhana, yaitu drum
dengan tutup yang dapat dibuka dan ditutup sebagai tempat sampah, pipa besi yang
menghubungkan drum ke ember yang berisi air, tungku atau kompor dan botol untuk
menampung cairan yang dihasilkan.

setelah sampah dimasukan kedalam drum, kemudian nyalakan pembakaram dan pastikan bahwa
sumber api yang digunakan stabil, isi ember dengan air, fungsi air disini adalah sebagai
kondensator , dimana asap yang dihasilkan akan mengalir melalui pipa dari drum menuju ember
berisi air, proses kondensasi memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit , sehingga dalam selang
waktu tersebut ujung pipa yang bebas kemungkinan tidak mengeluarkan cairan.

JAREINTAN sendiri diperkenalkan secara resmi di halaman balai Desa Jatingarang pada Sabtu
(11/8/2018) dihadapan perangkat Desa Jatingarang, ketua RT/RW ,ibu- ibu anggota PKK dan
warga desa setempat. Dalam acara pengenalan tersebut , mahasiswa KKN UNDIP TIM II Desa
Jatingarang tidak hanya menjelaskan cara kerja akan tetapi mengajak warga untuk melihat
secara langsung bagaimana alat tersebut bekerja. Masyarakat setempat merasa antusias dan besar
harapan mereka jika desa mau memfasilitasi pengadaan alat tersebut di tingkat RT ataupun justru
dalam skala rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *